Tumor Jinak VS Tumor Ganas

Persiapan menuju ID (Internship Dietetik) alias magang di Rumah Sakit dimulai dengan mencari – cari info tentang berbagai penyakit, khususnya kanker, yang akan banyak ditemui di Rumah Sakit Kanker Dharmais, lokasi ID saya selama 3 minggu. Oke, ini sedikit info yang berhasil saya dapatkan dari “iseng – iseng” membaca buku tentang penyakit dalam karangan Sholeh S. Naga (2012).

Normalnya, tubuh manusia akan melakukan pembelahan sel melalui mekanisme mitosis untuk menggantikan sel – sel tubuh yang rusak. Tujuan dari pembelahan itu sendiri adalah untuk mempertahankan jumlah sel yang ada dalam tubuh manusia. Sayangnya, apabila pembelahan sel yang terjadi tanpa tujuan yang jelas dan jumlahnya menjadi sangat banyak hingga tak terkendali akan menimbulkan tumor. Di semester awal, saya sempat mendapat ilmu bahwa tumor itu dalam istilah kedokteran untuk benjolan. Kadang – kadang infeksi juga bisa menyebabkan “tumor” , misalnya saja bisul atau jerawat, karna itu merupakan bagian dari mekanisme imunitas tubuh melawan serangan benda – benda asing. Oleh karna itu, tumor itu bisa bersifat jinak (benigna) maupun ganas (maligna).

Tumor ganas merupakan pemicu kanker. Dikatakan ganas karena pembelahan sel dalam kasus tumor ganas sangat banyak hingga tak terhingga, dan tentunya tanpa tujuan yang jelas, sehingga akan membentuk suatu struktur tertentu (seperti benjolan dan menambah massa tumor) atau bisa juga tidak (misalnya pada kasus karsinoma anaplastik a.k.a kanker kulit). Bahayanya lagi, tumor ganas alias kanker memiliki kemampuan untuk menginvasi jaringan disekitarnya maupun jaringan yang jauh dari habitatnya (melalui mekanisme metastasis) sehingga menimbulkan kerusakan pada sel yang sehat. Tidak tanggung – tanggung, sel kanker pun bahkan tidak segan merusak jaringan pembuluh darahnya sendiri yang notabenenya bertugas memberi asupan gizi ke sel kanker tersebut. Kemampuan sel kanker menembus dinding sel pembuluh darah dan limfa sehingga ikut aliran darah atau limfa ke tempat yang jauh dari asal tumbuhnya disebut metastasis. Selain itu, sel kanker juga memliki kemampuan untuk menginfiltrasi ke dalam sel – sel sehat dan bernaung diantara sel – sel tersebut, sehingga ketika dilakukan operasi pengangkatan tumor, sel – sel kanker yang berhasil menginfiltrasi atau masuk ke dalam sel – sel sehat kemungkinan akan tertinggal dan dapat tumbuh lagi sesudah operasi. Hal tersebut dikenal dengan istilah rekurent lokal, inilah biang kerok yang menyebabkan gagalnya operasi tumor ganas. 

Berbeda dengan tumor ganas, tumor jinak tidak memiliki kemampuan untuk menginvasi ataupun menginfiltrasi ke sel sehat. Tumor jinak biasanya diselubungi oleh semacam kapsul yang tersusun atas jaringan ikat yang sangat kuat, sehingga sel tumor jinak tersebut tidak bisa menyebar kemana – mana, karena tidak punya kemampuan masuk ke aliran darah dan limfe alias tidak bisa bermetastasis. Biasanya pada tindakan operasi bedah, dokter akan berusak merobek jaringan ikat tersebut dan mengeluarkan sel tumor yang bernaung didalamnya. Meskipun tidak punya kemampuan invasi, metastais maupun infiltrasi, tetap saja tumor jinak tidak bisa dikatakan tidak berbahaya. Apabila sel tumor jinak tumbuh dan membesar di daerah organ vital, sebut saja jantung, tentunya bisa membahayakan nyawa.

Kanker atau tumor ganas memiliki banyak macam, dikutip dari http://www.dharmais.co.id jenis kanker mencapai hingga lebih dari 100 macam. Namun untuk penamaannya, tumor ganas dinamakan sesuai dengan jaringan asalnya, misalnya tumor dari jaringan epitel dinamakan karsinoma, dari jaringan ikat dinamakan sarkoma sementara dari kelenjar limfa dinamakan limfoma. Kadang – kadang sel kanker tumbuh dan berkembangbiak (berproliferasi) tanpa mengubah struktur inangnya, misalnya pada kanker pankreas masih terlihat sel kanker membentuk saluran atau duktus yang berisi sekreta, dan kanker tersebut dinamakan adenokarsinoma. Atau pada kanker kulit, sel kanker yang terbentuk berupa sel pipih gepeng yang berproliferasi tanpa membentuk struktur tertentu yang terlihat jelas, namun jenis kanker ini lebih berbahaya dan progresif.

Apapun jenisnya, tumor atau benjolan yang tumbuh diorgan tubuh lebih dari satu bulan dan tidak menghilang juga sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk dilakukan biopsi agar kita bisa mengetahui apakah itu jenis tumor jinak atau ganas, atau hanya tumor akibat peradangan sebagai reaksi imunitas alami tubuh melawan infeksi. Be aware with your body! =)

Referensi :

http://www.dharmais.co.id

Naga, Sholeh S. 2012. Buku Panduan Lengkap Ilmu Penyakit Dalam. Diva Press : Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s