Komunikasi Antar Pasangan

Terkadang orang yang paling kamu cintai justru orang itulah yang menyakitimu dengan teramat dalam. Itu karena semua rasa kecewa yang tersimpan dalam dadamu sama besarnya dengan rasa cintamu untuk dia. Tidak masalah bukan, cinta memang seperti itu, seperti salah satu slogan yang sempat saya lihat di salah satu stasiun TV swasta, cinta itu ibarat Lemon Tea, terasa asam dan manis bersamaan. Kombinasi rasa asam dan manis itu ternyata menghasilkan cita rasa yang luar biasa, bahkan tidak sedikit orang yang suka dengan kombinasi tersebut.

Sama halnya dengan cinta, kalau cinta itu selalu manis, lama – lama kita yang merasakannya juga akan “eneg” dan bosan. Ibarat kata, kebanyakan makan gula juga membuat kita jadi eneg atau lebih parahnya jadi Diabetes. Tapi, kalau cinta itu selalu terasa asam, tentunya tidak akan ada yang kuat juga terus menjalaninya. Perumpamaannya, dalam tubuh itu ada pH (tingkat keasaman) yang harus dijaga normal, karena bila pH tubuh terlalu rendah (terlalu asam) maka akan merusak sistem tubuh itu sendiri. Yah, lebih gampangnya lagi, ketika kamu makan makanan yang terlalu asam pun bisa menyebabkan lambungmu mengalami gangguan lalu maag, parahnya lambung bisa terluka parah sampai mungkin sulit sembuh. Ketika kita makan – makanan yang pedas, sekalipun kita sangat menyukainya, pasti sesudahnya kita cuma lelah berkeringat menahan pedas, dan tentunya masakan yang terlalu pedas itu juga tidak bisa kita nikmati.

Jadi, sudah kewajiban dan keharusan, ketika kamu memilih untuk mencintai orang lain artinya kamu sudah sungguh – sungguh siap untuk tersenyum atau menangis karena dia. Simple yah, tapi hal itu paling susah kita lakukan, saya pun begitu.

Lalu, bagaimana bila yang membuat asam suatu hubungan itu karena hal yang sama dan berulang – ulang? Pastinya jadi bosan, eneg, dan sebel juga menjalani atau sekedar berusaha mengerti.

Yah, namanya manusia itu memang gudangnya khilaf. Hal yang paling simple untuk mengurangi kekurangan yang berubah jadi khilaf itu yah cuma satu, instropeksi diri, sadari kekurangan kita, berusaha berubah, atau minimal mengakui kekurangan itu dan berusaha meminta maaf, bukan malahan “ngeles” dari kekurangan atau kesalahan itu dengan segudang alasan. Sesuatu yang salah pun, dengan alasan yang benar akan selalu salah, wong sesuatu yang benar bila disampaikan secara salah juga bisa jadi ma-salah. Saya tipikal orang yang selalu berusaha mengemukakan apa yang saya anggap benar tapi ternyata dengan cara yang salah, tapi saya selalu legowo mengakui kesalahan itu dan meminta maaf.

Terus kalau merasa sudah minta maaf tapi belum dimaafkan oleh pasangan anda apa yang harus dilakukan? Pertama, harus sadar dulu apakah cara minta maaf kita sudah benar. Misalnya saja, setelah membuat pasangan berjam – jam menunggu anda, lalu anda datang hanya berkata “Maaf ya, telat. Ngapain aja tadi disini sambil nungguin aku?” Kira – kira apa reaksi pasangan anda? Tentunya, empet. Ditambah lagi kalau anda tidak berusaha menjelaskan dulu kepada pasangan, lalu langsung memulai pembicaraan begitu saja, hmm, bila anda diposisi seperti itu pun pasti juga sebel bukan kepalang. Mungkin tergantung pasangannya yah, kalau pasangan anda tipikal orang sangat amat pemaaf berhati ikhlas dan sangat legowo, mungkin saja sekedar kata “maaf ya, telat” sudah cukup melegakan hatinya.

Kedua, mungkin anda sudah minta maaf sampai memohon – mohon tapi pasangan anda ternyata tipikal orang yang emosional dan kurang bisa menerima permintaan maaf anda, maka anda harus menunda dulu permintaan maaf anda sampai hati dia tenang. Terus bagaimana kalau dia malah makin marah karena menganggap anda tidak menyesali perbuatan anda dan cuek dengan kemarahan anda tapi kalau anda langsung minta maaf disaat dia kesal justru membuat dia makin kesal? Ya kalau kasus yang satu ini memang sulit, anda harus bersabar, dan menjelaskan sebisa anda tentang penyesalan anda tapi bukan penjelas lengkap dan berbelit, cukup yang sederhana dan mengena ke poin penting dari penjelasan tentang penyesalan anda. Selanjutnya, setelah semuanya cooling down, barulah mencoba mengkomunikasikannya lagi.

Nah, bagaimana nih kalau pasangan anda tipe orang yang kalau ngambek langsung cabut baterai handphone sampai anda kelabakan? Haha, kalau untuk poin yang ini sich saya belum menemukan penjelasan yang tepat. Ada baiknya membiarkan dulu dia yang ingin “menyendiri”, tapi untuk mengatasi kelabakan anda, hal yang paling tepat adalah menemukan tempat untuk menyatakan unek – unek anda, entah ke sahabat, ibu, saudara, atau siapapun yang anda percaya, itu sangat melegakan histeria anda. Rasa pahit yang anda telan sendiri tentu juga akan menyakiti anda, membuat anda ingin lari dan berteriak untuk melepaskan rasa itu sejauh – jauhnya. Kadang saya berpikir untuk mati saja sementara waktu, supaya tidak merasakan perasaan itu. Yah, saya punya gangguan dalam mengontrol emosi saya. Namun, saya berharap anda tidak seperti itu, tidak boleh seorang pun yang merasakan keputusasaan hingga berakhir menyakiti diri sendiri. Saya sadar sepenuhnya, tapi kadang sulit untuk mengontrol perasaan seperti itu. Mungkin yang saya perlukan adalah menghindari berbagai masalah agar tidak terjebak dalam masalah itu dan perasaan itu. Kadang masalah yang muncul pun bukan saya yang membuatnya. Untuk itu, mungkin saya harus belajar lagi untuk tetap mengontrol perasaan itu dalam keadaan apapun.

Oya,saya ingat sebait lagu Justin TimberlakeĀ  yang berjudul Mirror. Lagu itu menjelaskan tentang bagaimana sepasang kekasih itu diibaratkan seperti sebuah kaca. Anda menganggap pasangan anda egois, pastinya dalam diri andapun ada keegoisan itu. Anda berlaku A dalam kondisi B, pasangan andapun juga melakukan hal yang sama. Bila anda tidak suka, jangan lakukan hal tersebut, karena pasangan anda pasti tidak menyukainya. Bahkan sebuah artikel dari hasil penelitian menjelaskan bahwa pasangan yang sedang jatuh cinta itu punya detak jantung yang mirip, tentu saja dalam hal sikap dan perbuatan yang disukai dan tidak disukai hampir sebagian besar sama. Gampangnya, ditusuk paku itu menyakitkan buat anda, dan orang lain pun berpendapat sama, jadi jangan menusukan paku ke orang lain kalau anda pun tidak ingin orang lain menusukan paku kepada anda, pengecualian untuk master Limbad yang mungkin tidak akan merasa kesakitan.

Bukan hanya sekedar permintaan maaf, tapi bagaimana anda mengontrol rasa egois anda supaya tidak menyakiti pasangan anda. Bukan pula kesempurnaan dalam bertingkah laku, tapi bagaimana anda dan pasangan berproses untuk memperbaiki kekurangan tersebut dan sama – sama mencapai titik kebahagiaan sempurna untuk masing – masing dalam menjalani suatu hubungan.

Saya tahu, ketika anda membaca ini, mungkin anda akan langsung menunjuk saya, dan berkata saya pun tidak sempurna, tidak semua yang saya tulis disini benar – benar saya lakukan, tapi saat ini saya menyadari dan berusaha memperbaiki kesalahan dan kekurangan saya. Kalau mau mencari kekurangan saya itu sangat banyak, tapi saya mencoba memperbarui diri dan meperbaiki kekurangan saya, meskipun belum sempurna.
Saya pun berharap demikian bagi siapa saja yang membaca tulisan ini. Sifat kekanak – kanakan bukan sesuatu yang harus diperlihara. Katakan orang lain itu kekanak – kanakan, apakah anda sudah cukup bersikap sebagai seorang dewasa dengan menekan ego anda?

Hubungan yang kuat itu dibangun dari berbagai macam hadangan dan rintangan yang hanya bisa anda lalui dengan pengertian, kepercayaan, dan komunikasi. Pengertian terhadap kondisi pasangan anda, artinya anda bisa menempatkan diri anda diposisi dia, bukan hanya bisa menyalahkan dia marah untuk ini, dia salah karena dia seperti itu, tapi posisikan diri anda bila anda jadi dia menerima perlakuan seperti itu, apakah anda senang, atau bila anda diposisi dia dalam kondisi yang sama akankah anda bisa berlaku lebih baik dari apa yang dia lakukan.

Kepercayaan, percaya kepada pasangan bahwa cinta dalam dirinya hanya akan menuntunnya untuk kebaikan anda bukan untuk menjatuhkan anda, bukan untuk menyumpah serapah anda, bukan pula mencoba mencari kelemahan anda dengan memberi kritik atau saran. Bukankah cinta itu saling membangun? Bukankah bila anda pun melihat pasangan anda dalam kondisi buruk, karena rasa sayang anda kepada dia, tentu anda akan melakukan sesuatu agar dia jadi lebih baik? Ketika anda tidak percaya lagi dia mampu berbuat baik kepada anda, anda sedang tidak percaya kepada cintanya, dan ragukan juga diri anda sendiri dengan kadar cinta yang anda miliki mungkin saja juga berpikir buruk agar pasangan anda demikian seperti tuduhan anda saat sedang emosi pada pasangan.

Komunikasi, ketika ada masalah lebih baik dikomunikasikan hari itu juga, berikan penjelasan, mungkin itu yang pasangan anda hanya ingin dengar. Jika anda tidak berusaha menjelaskan justru berargumen untuk berusaha tidak terlihat sebagai penyebab masalah, yang ada masalah itu tidak akan selesai, dan itu artinya anda masih bersikap egois, ingin menang sendiri serta tidak mau salah. Egois itu penghambat komunikasi, artinya penghambat hubungan anda, apalagi bila kadarnya diatas normal. Masalah itu ada karena kesalahan dua pihak, ketika salah satu sudah terbuka untuk membicarakannya, kenapa tidak memberikan kesempatan pada hubungan anda untuk menjadi lebih baik dengan mengomunikasikan keinginan anda dan pasangan. Bila anda semakin lama menunda membahas masalah, masalah itu hanya akan menjadi semakin besar apalagi dengan adanya kesimpangsiuran yang tertunda akan menyebabkan bom waktu dan prasangka buruk yang muncul semakin menumpuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s