Diet untuk Penyakit Infeksi & Demam

Penyakit infeksi disebabkan oleh masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh, baik secara perinhalan (terhirup), peroral (termakan), parenteral, maupun melalui gigitan serangga. Daerah tempat kuman penyakit masuk ke dalam tubuh, yang disebut juga Port d’entree, akan mengalami tumor (pembengkakan), rubor (hiperemi atau kemerahan), kalor (panas atau peningkatan suhu), dolor (nyeri) dan fungsiolesa (gangguan fungsi). Reaksi pembengkakan merupakan salah satu reaksi pertahanan tubuh dengan tujuan membatasi infeksi.

Saat kuman penyakit masuk ke dalam tubuh, maka akan terjadi reaksi sistemik berupa demam. Demam merupakan keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh yang lebih tinggi dari suhu tubuh normal (>37 derajat celcius). Demam menyebabkan peningkatan laju metabolisme basal atau BMR (Basal Metabolic Rate) sehingga memerlukan energi yang lebih tinggi. Setiap kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat celcius, maka BMR akan meningkat sebesar 13%. Penyakit infeksi yang biasa disertai dengan demam antara lain tifus abdominalis, hepatitis, dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Selain itu, penyakit infeksi kronis, seperti tubercolosis, juga disertai dengan demam meskipun gejalanya tidak terlalu nyata namun dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga kenaikan BMR tidak boleh diabaikan.

Faktor Injury = 1 + (0,13 x [suhu tubuh saat demam – 37])

Selain menyebabkan kenaikan BMR, demam juga meningkatkan laju pernafasan (respiratory rate) sehingga ekskresi cairan dari tubuh juga meningkat. Ekskresi cairan yang berlebbihan akan menyebabkan dehidrasi, karena itu asupan cairan juga perlu diperhatikan. Kebutuhan cairan adalah 100 cc untuk setiap 100 Kal. Umumnya, demam sering disertai dengan mual dan muntah sehingga asupan cairan yang diperlukan lebih tinggi apalagi bila disertai pula dengan diare.

Cairan yang diperlukan = {[Kebutuhan Energi Sehari (Kal)/100 Kal] x 100 cc } + jumlah cairan yang hilang saat muntah & diare

Tujuan diet pada penderita demam adalah untuk memberikan makanan dalam bentuk lunak atau saring yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh sesuai dengan kebutuhan gizi, keadaan penyakit, dan daya terima pasien.

Syarat dietnya :

  1. Kebutuhan energi dan protein ditentukan oleh berat ringannya penyakit yang diderita, faktor injury disesuaikan dengan kenaikan suhu tubuh.
  2. Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau lunak tergantung daya terima pasien.
  3. Disajikan dalam porsi sedang dalam 3 kali makan utama dan 2 kali selingan.
  4. Cairan cukup terutama bila ada muntah.
  5. Vitamin dan mineral cukup.
  6. Mudah dicerna, rendah serat dan tidak berbumbu tajam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s