Sistem Urinari

Organ yang terdapat pada sistem urinari adalah :

  1. Ginjal, yang mengeluarkan sekret urine
  2. Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kemih
  3. Kandung kemih, yang berfungsi sebagai penampung
  4. Uretra, yang mengeluarkan urin dari kandung kemih.

Ginjal bersifat retroperitoneal (=terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen[diluar rongga peritonium])

  • Bagian permukaan anterior (depan) dilapisi peritonium
  • Bagian permukaan posterior (belakang) bersinggungan dengan posterior dinding abdomen.

Posisi :

Superior  : VertebraeToraksikal – 12 (T-12)

Inferior   : Vertebrae Lumbalis – 3 (L-3)

Ginjal kanan lebih rendah 2 cm dari ginjal kiri. Terdapat kelenjar adrenal yang menempel diatas ginjal.

 

Dikelilingi oleh jaringan, dari bagian dalam sampai ke permukaan terluar :

– Renal Fascia : lapisan jaringan ikat yang melapisi/mengkapsulasi ginjal dari dinding posterior dan peritonium

– Lemak Paranepric : terletak diantara renal fascia dan peritonium ; berfungsi sebagai bantalan yang melindungi ginjal, sehingga pada orang yang terlalu kurus dan bantalan lemaknya tipis dapat menyebabkan ginjalnya lebih rawan mengalami kerusakan secara fisik (misal karna tekanan kuat dari luar).

 

Bentuk ginjal itu seperti biji kacang dan sisi dalamnya (hilum) menghadap ke tulang punggung (Pearce, 2006). Hilum itu batas cekungan yang berada di bagian tengah (medial); merupakan tempat keluar masuknya pembuluh darah mayor dan renal pelvis; bagian hulu dari ureter.

 

Renal Sinus adalah rongga/ruangan di dalam ginjal yang berisi :- pembuluh darah, pembuluh limfatik, dan saraf

– renal pelvis dan renal calyses (calyx = cabang dari renal pelvis)

  • Calyx minor : bentuknya seperti corong; menerima urin dari renal papila; satu ginjal berisi 8-15 calyx minor, satu calyx minor untuk satu piramid.
  • Calyx mayor : gabungan dari calyx minor; satu ginjal terdiri dari 2-3 calyx mayor
  • Gabungan atau kesatuan dari calyx mayor membentuk renal pelvis
  • Lobus ginjal berisi piramid – piramid dan lapisan kortikal; jumlahnya 8-15 per ginjal

– lemak

 

Jadi satu bagian korona ginjal berisi :

  1. Renal korteks : Renal arches dan renal columns
  2. Renal medulla : terbagi dalam renal – renal piramid; terdiri 8 – 15 per ginjal; bagian dasarnya berbatasan dengan renal korteks; bagian puncak berbatasan dengan renal papila

Nefron merupakan unit filtrasi pada ginjal, yang berisi :

  1. renal korpus : glomerulus & kapsula bowman’s
  2. PCT = Tubula konvulata proksimal
  3. lengkung Henle : naik – turun
  4. tubula konvulata distal
  5. tubula kolektivus : renal tubuic

di kedua ginjal terdapat 2,5 juta nefron (masing-masing ginjal punya > 1 jt nefron)

panjangnya sekitar 5 cm dilihat secara mikroskopik.

Ada dua jenis nefron : nefron korteks (85%) bagiannya sebagian besar ada di korteks ginjal; menghasilkan urin standar. nefron juxtamedulari (15%); responsif terhadap ADH dan menghasilkan urin konsentrat.

 

Kandung Kemih rongga yang dapat menggelembung; organ berotot yang berlokasi di rongga pelvis, bagian belakangnya berbatasan dengan simpisis pubis dan di bagian bawah dengan lapisan parietal peritonium. Di bagian dasarnya terdapat area segitiga yang disebut triagone ; dapat terbuka di ketiga sisinya.

 

Ureter panjangnya 25 cm; terjuntai kebawah dari posterior ke peritonium parietal. Paralel terhadap ruas tulang belakang, di rongga pelvis bergabung dengan kandung kemih. Dinding ureter tersusun atas : lapisan mukosa, lapisan otot, lapisan fibrosa.

 

Uretra tersusun atas lapisan fibromuskular tube, tunika mukosa, tunika muskularis. Terdapat 2 sfingter pada uretra :

sfingter internal uretra : merupakan otot tak sadar(otot polos), bagian atas sfingter mengelilingi leher kandung kemih tempat urin berasal, bentuknya tebal dan melingkar yang tersusun atas otot detrusor . Dikontrol oleh sistem saraf otonom. Membatasi pengeluaran urin sampai tekanan dari kandung kemih cukup kuat.

sfingter eksternal uretra : terletak di bawah sfingter internal, tersusun atas serat – serat otot rangka diafragma urogenital; merupakan sfingter yang bekerja secara sadar dan dikontrol oleh sistem saraf somatik. pengeluaran urin dilakukan oleh aktivitas voluntary (secara sadar).

 

Uretra pria

uretra bermembran, terpendek, bagian dilatasi’a terjuntai dari permukaan bawah kelenjar prostat hingga ke diafragma urogenital. uretra spongiosa bagian terpanjang (15 cm); terbungkus oleh lapisan silinder erektil di penis yang disebut korpus spongiosum. terjulur hingga lubang uretra eksternal.

Memiliki fungsi ganda yaitu sebagai bagian dari sistem urinari dan reproduksi : membawa urin dan cairan semen. panjang keseluruhannya kira2 18-20 cm. terbagi atas tiga bagian : uretra prostatik merupakan bagian uretra yang paling mampu berdilatasi, panjangnya kira – kira 3-4 cm; menjuntai dari kelenjar prostat dekat bagian inferior kandung kemih pria, dimana banyak saluran prostatik yang masuk.

 

Ginjal

Ginjal yang bersifat retroperitonisl

nefron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s