Gizi pada Anak Usia Sekolah

Pertumbuhan Berat dan Tinggi

  • Terjadi pertambahan tinggi badan sekitar 5-6 cm, sedangkan pertambahan berat badan sekitar 1,4-2,7 kg per tahun.
  • Ukuran tubuh laki-laki dan perempuan dapat dikatakan sebanding sampai usia 9-10 tahun, ketika anak-anak perempuan mulai bertumbuh secara cepat : terjadi pertambahan ukuran kaki yang menjadi indikator dimulainya masa pertumbuhan.
  • Rata-rata anak perempuan lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki di usia 13 tahun.
  • Pertumbuhan laki-laki berlangsung cepat saat memasuki usia 12 hingga 16 tahun.

Proporsi Tubuh

  • Pertumbuhan kaki mencapai 66% dari peningkatan tinggi badan hingga memasuki usia remaja.
  • Kemajuan peningkatan postur tubuh dapat diamati.
  • Wajahnya berkembang sesuai dengan proporsi dewasa.
  • Gigi tetap, kecuali geraham belakang urutan kedua dan ketiga, mulai tumbuh di usia 11/12 tahun; disertai dengan resiko besar terbentuknya lubang gigi pada usia ini.

Sistem Internal dan Jaringan

  1. Otot dan Lemak
  • Anak laki-laki memiliki lebih banyak jaringan otot daripada anak perempuan.
  • Baik laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan kekuatan yang dimiliki menjadi dua kali lipat.
  • Namun otot masih rentan terhadap cedera karena belum benar-benar matang pertumbuhannya.
  • Bila kebiasaan makan diantara kedua jenis kelamin tidak memiliki perbedaan yang signifikan maka akumulasi lemak tubuhnya pun hampir sama.
  • Perkembangan jantung berjalan lambat dan secara proposional lebih kecil dibanding dengan pada usia lain.
  1. Rangka Tubuh
  • Pertumbuhan tulang terkonsentrasi di kaki, lengan, dan wajah.
  • Terdapat fleksibilitas otot karena ligamen (ikatan sendi tulang) yang mengikat belum begitu kuat dan masih banyak celah diantara tulang.
  • Proses penulangan (osifikasi) masih terjadi.
  1. Otak
  • Perkembang otak dan kepala berjalan lambat
  • Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 10 atau 12 tahun.
  1. Sistem Lainnya
  • Sistem pencernaan (Gastrointestinal) telah dewasa, ada peningkatan kapasitas lambung.
  • Paru-paru masih terus berkembang, dengan lebih sedikit pernafasan perut yang digunakan.
  • Kapasitas paru-paru meningkat, laju pernafasan menurun.
  • Kontrol perut dan kandung kemih telah berkembang dengan baik, kapasitas kandung kemih lebih besar pada anak perempuan daripada anak lelaki.

Kebutuhan Gizi

  • Dasar kebutuhan energi dan kebutuhan gizi anak-anak sama seperti kebutuhannya saat muda hanya kuantitasnya saja yang meningkat untuk memenuhi kebutuhannya yang juga besar.
  • Tiga fungsi diet pada anak-anak        :
    • Menyediakan energi bagi aktivitas ototnya
    • Menyuplai elemen dan komponen kimia yang diperlukan tubuh anak-anak untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan yang sudah tidak terpakai.
    • Memberi rasa senang dan kepuasan pada anak.

Rasio Kebutuhan Nutrisi

  1. Energi
  2. Kebutuhan energi anak-anak digolongkan berdasarkan umur, metabolisme dasar, dan aktivitas.

ü  Proporsi asupan energi yang disarankan :

  • 50%-60% karbohidrat
  • 25-35% lemak
  • 10-15% protein
  1. Protein
  • Kebutuhan protein relatif lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
  • Kebutuhan yang tinggi untuk periode pertumbuhan cepat dan lebih rendah selama periode pertumbuhan yang berjalan lambat.  Asupan protein untuk anak haruslah berasal dari protein yang dapat memenuhi semua kebutuhan asam amino esential untuk menjaga jumlah kebutuhan agar tercukupi, disamping menyediakan sejumlah protein ekstra yang diperlukan untuk proses pertumbuhan.
  • Defisiensi protein jarang terjadi pada anak-anak Amerika karena kebudayaannya yang menekankan pada konsumsi makanan berprotein.
  • Anak-anak yang berisiko kekurangan asupan protein adalah mereka yang :

v  Menjalani diet vegetarian yang ketat

v  Memiliki banyak alergi makanan

v  Membatasi konsumsi makanan tertentu karena :

ü  Diet yang asal-asalan (mengikuti  mode atau iseng)

ü  Masalah kebiasaan

ü  Akses bahan pangan yang kurang

  1. Vitamin dan Mineral
  • Diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal
  • Ketidakcukupan asupan dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu dan menghasilkan sejumlah penyakit akibat defisiensi.

Vitamin Larut Lemak

  • Rekomendasi asupan harian ditentukan dari berat badan, perhatian yang harus diberikan pada pemberian vitamin A karena banyak kasus defisiensi vitamin A pada kelompok usia ini.
  • Vitamin D dibutuhkan untuk penyerapan dan penyimpanan kalsium ke tulang.

Kebutuhan dari sumber bahan makanan tergantung pada :

  1. Faktor non-dietary seperti lokasi geografis dan waktu yang dihabiskan diluar ruangan
  2. Anak – anak yang tinggal di daerah tropis tidak memerlukan tambahan vitamin D atau hanya butuh sekitar 2,5 µg (100 IU) atau kurang dari itu untuk mengoptimalkan penyerapan kalsium dalam tubuhnya. Temperate zones (daerah diluar lingkungan tropis) memerlukan vitamin D yang berasal dari sumber bahan pangan sebesar 5 µg (200 IU).

Vitamin larut air

  • Vitamin C berperan aktif dalam pembentukan dan menjaga keseimbangan material intraseluler serta meningkatkan ketahanan melawan penyakit infeksi.

Mineral

  • Kebutuhan mineral sangat penting dalam menjaga keadaan normal fisiologis tubuh
  • Elektrolit (Na, K) terlibat dalam regulasi keseimbangan air dalam tubuh.
  • Mineral dalam tulang (Ca, P) berperan sangat penting sebagai kofaktor protein, regulasi fungsi  otot, pembekuan darah dan pengeluaran energi seluler
  • Trace elemen (Fe) terlibat dalam transport oksigen, (Zn) sangat penting bagi metabolisme energi, sintesis protein, pertumbuhan dan kematangan seksual.
  • Zat besi → defisiensi : anemia
  • Calcium juga diperlukan untuk     :
    • Mineralisasi
    • Menjaga keseimbangan pertumbuhan tulang
    • Kebutuhan aktual bergantung pada :
      • Laju penyerapan seseorang
      • Faktor diet, seperti kuantitas protein, vitamin D, dan fosfor.
      • Zinc
        • Defisiensi menyebabkan kegagalan pertumbuhan, nafsu makan rendah, ketajaman pengecapan/perasa menurun.

Suplemen vitamin dan mineral tidak mengandung jumlah kalsium yang signifikan. The American Academy of Pediatric (AAP) tidak mendukung pemberian rutin suplemen tersebut kepada anak-anak yang sehat, kecuali fluoride. Suplemen fluoride direkomendasikan untuk diberikan sejak usia 6 bulan hingga 16 tahun.

Anak-anak yang beresiko mengalami kekurangan gizi akan mendapat keuntungan dengan dilakukannya suplementasi bila :

  • Dari keluarga kurang mampu
  • Memiliki anoreksia, nafsu makan rendah, dan kebiasaan makan yang buruk
  • Disertai penyakit kronis, seperti liver.
  • Menjalani program diet untuk mengatur berat badan
  • Mereka yang menjalani pola makan vegetarian
  • Anak-anak yang secara rutin mengkonsumsi bermacam-macam vitamin atau suplemen vitamin tidak akan mengalami efek negatif selama dikonsumsi tidak melebihi batas rekomendasi konsumsi harian.
  • Tetapi, jangan sampai dikonsumsi dalam dosis tinggi, terutama untuk vitamin larut lemak karena konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan.

Seorang anak yang sehat dan normal membutuhkan asupan cairan harian sebanyak 4-6 gelas atau setara dengan 1-1,5 liter per hari.

PEMBERIAN MAKANAN PADA ANAK USIA SEKOLAH

  1. Asupan makanan anak-anak
  • Kebutuhan anak usia sekolah pada dasarnya sama dengan kebutuhan mereka saat masih muda, tetapu jumlahnya berbeda sesuai dengan nafsu makannya.
  • Jenis dan jumlah makanan lebih ditingkatkan sesuai dengan ukuran tubuhnya yang semakin besar dan kebutuhan psikologisnya.
  • Rata-rata jadwal aktivitasnya dari aktivitas dihabiskan di ruang kelas hingga olahraga dan aktivitas sosial dengan sedikit waktu istirahat. Dia memerlukan gizi yang baik untuk memenuhi kebutuhannya yang besar untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan dan agar anak-anak memiliki kekebalan terhadap ekspos infeksi.
  • Makanan untuk anak usia sekolah bukan hanya dipertimbangkan pada fungsi zat gizi yang terkandung tapi kemampuan makanan tersebut untuk dimakan, tingkat pengenyangan, serta nilai emosi dan sosial yang terdapat pada makanan tersebut.
  • Anak-anak harus diberikan pengalaman dalam memilih makanan sebelum orang tua membimbing mereka agar tidak kekurangan gizi.
  • Anak usia pra sekolah dan sekolah merupakan masa penting untuk membentuk sikap terhadap makanan dan kebiasaan makan yang kondusif untuk mencukupi asupan zat gizi.
  1. Cara pemberian makanan di sekolah
  • Membuatnya tersedia dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan tubuh, memberikan energi dan regulasi makan.
  • Menyediakan makanan termasuk variasi makan ditawarkan dalam jumlah cukup untuk memenuhi kepuasan nafsu makan.
  • Menambahkan susu dalam makanan lain seperti custard pudding, es krim, dan minuman lain seperti cokelat karena terdapat kecenderungan penurunan asupan susu.
  • Bekal makan siang disiapkan dengan baik dari rumah atau makanan yang dimakan anak-anak saat di sekolah harus memenuhi sedikitnya 1/3 dari kebutuhan makan harian.
  • Cemilan bergizi disediakan sebagai sumber gizi tambahan harus direncanakan sebagai bagian dari makanan sehari-hari.

Perubuhan spesifik pada program gizi bagi anak dan yang dilakukan di sekolah :

  1. Mengurangi lemak
  2. Menawarkan lebih banyak variasi buah & sayuran segar, produk serealia utuh, dan mengurangi produk yang dibakar.

Permasalahan dalam pemberian makanan :

  1. Kekurangan makanan
  2. Nafsu makan rendah
  3. Karies gigi karena makanan yang manis.

Anak-anak yang melewatkan waktu sarapan akan mengkonsumsi sedikit energi dan kekurangan zat gizi. Anak-anak yang sarapan memiliki performa yang lebih baik dalam perkembangannya kognitif di sekolah dibanding mereka yang tidak sarapan. Anak-anak yang tumbuh semakin besar dan mulai memilki uang saku sendiri akan mengkonsumsi lebih banyak cemilan.

 

 

 

Edukasi gizi

  • Tahun pertama adalah periode yang ideal untuk menyediakan informasi gizi dan mendorong sikap positif terhadap semua makanan.
  • Makanan dapat digunakan dalam pengalaman sehari-hari untuk anak-anak (balita dan pra sekolah) dan mendorong perkembangan bahasa, kognitif, dan kebiasaan individu (seperti menyebut sesuatu, menggambarkan ukuran, bentuk, dan warna, mengurutkan, membantu menyiapkan, dan menilai rasa makanan).
  • Konsep gizi itu abstrak.
  • Beberapa materi gizi itu rumit dan perlu modifikasi saat disampaikan agar dapat dimengerti.
  • Aktifis dan informasi yang diberikan harus fokus pada dunia nyata anak-anak kemudian dihubungkan dengan makanan untuk mendapatkan hasil yang positif.
  • Makanan berat, cemilan, dan kegiatan menyiapkan makanan buat anak-anak merupakan kesempatan dan ajang untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang gizi serta mendemonstrasikan pemahaman kognitif mereka.
  • Keterlibatan orang tua akan memberikan hasil yang positif.

Tanda-tanda anak usia sekolah yang bergizi baik :

  1. Perkembangan tubuhnya baik dengan berat dan tinggi badan yang normal.
  2. Perkembangan ototnya baik dan kuat
  3. Postur tubuhnya bagus
  4. Kulitnya sehat, tidak ada luka dan dispigmentasi
  5. Rambutnya lembut dan bercahaya
  6. Matanya jernih
  7. Perkembangan emosi dan wataknya baik
  8. Tidur nyenyak
  9. Pencernaan dan pengeluaran baik
  10. Nafsu makan baik.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s