Nyanyian Angin

Di bawah terang bulan ini, kau dan aku, hampir tak terpisahkan. Namun ketika ku hampir menyentuhmu, sosokmu berubah menjadi sebuah ingatan samar. Jika ku melanjutkan hidup, dapatkah ku menyebut namamu lagi ? Sulit untukku bersuara, napasku terasa berhenti, namun ku terus mencoba untuk memanggilmu. Seolah-olah angin telah membawamu kemari, sekilas seperti sebuah twilight. Seperti mimpi masa kanak-kanak seorang gadis muda,rasa hangat angin itu. Dengan tegar, kau memalingkan wajahmu untuk berjalan ke ujung dunia. Sudah usai mimpi masa mudaku, dan sekarang kita jauh satu sama lain. Namun keputusanku untuk berhenti menunggu, membuatku terjaga di waktu malam. Dan kehidupan pun berlangsung seperti biasa, aku mencarimu ketika kau hidup bagai angin. Aku satu-satunya yang berada disisimu, dan kau satu-satunya disisiku, ingin ku memanfaatkan itu untuk memelukmu. Hatiku sedang diterpa lembut oleh angin. Dibawah kilauan cahaya bulan, ku memanggil namamu. Kemanapun kau pergi, rasakanlah kerinduan angin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s