Liputan Khusus : Hari Susu Nusantara 2012 IPB

Menyambut perayaan Hari Susu Nusantara, Fakultas Peternakan IPB mengadakan seminar dan acara minum susu bersama, yang diadakan pada hari Rabu, 6 Juni 2012. Acara yang diketuai oleh Hera Tri Utomo tersebut, diselenggarakan untuk membudayakan kegiatan minum susu dikalangan masyarakat Indonesia sejak usia dini. Acara tersebut dihadiri oleh Ir. Nazaruddin MM, selaku Direktur Pengolahan Hasil Pertanian, dan Dr. Ir. Luki Abdullah, selaku dekan Fakultas Peternakan, serta turut mengundang segenap mahasiswa dan ibu-ibu PKK  di sekitar Lingkar Kampus IPB.

Acara ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Pengolahan Hasil Pertanian, Ir. Nazaruddin MM. Dalam sambutan yang diberikan  tersebut, terungkap fakta bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah, yaitu rata-rata hanya 1 gelas / 9 hari atau setara dengan 5 tetes / hari / orang. Secara keseluruhan, konsumsi susu masyarakat Indonesia adalah 11,9 liter per kapita per tahun, lebih rendah dari konsumsi susu di negara-negara Asia Tenggara lain, seperti Thailand (33,7 liter per kapita per tahun), Malaysia dan Filipina (22,1 liter per kapita per tahun), serta Vietnam (12,1 Liter per kapita per tahun). Produksi susu nasional mencapai 647 ton dari sekitar 500.000 ribu jumlah sapi perah yang ada di Indonesia, namun jumlah tersebut hanya mampu mencukupi 20% dari total kebutuhan susu masyarakat dalam negeri. Melalui peringatan Hari Susu Nusantara ini diharapkan konsumsi susu sebagai makanan cair dapat ditingkatkan sehingga pendapatan peternak susu juga ikut meningkat.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyelenggaraan seminar bertemakan “Minum Susu Segar, Tubuh Bugar, Otak Pintar”, yang diisi oleh dua narasumber, yaitu Dr. Ir. Rarah RAM, DEA., selaku dosen dari Fakultas Peternakan IPB, dan Dr. dr. Sri Budiarti selaku Kepala Poliklinik IPB. Keduanya mengulas dua topik berbeda tentang perspektif manfaat susu bagi kesehatan tubuh. Sesi pertama dalam seminar diisi oleh Dr. Ir. Rarah RAM, DEA., mengulas tentang manfaat senyawa bioaktif yang terkandung dalam susu, sedangkan sesi selanjutnya diisi oleh Dr. dr. Sri Budiarti yang membahas tentang peran susu dalam menjaga kesehatan tubuh.

Konsumsi susu tidak boleh berhenti sepanjang usia, sejak dilahirkan hingga lanjut usia, untuk memenuhi kebutuhan sebagian zat gizi bagi tubuh. Susu mengandung komponen zat gizi yang lengkap, seperti protein dan senyawa aktif lainnya yang berperan  dalam memelihara kesehatan tubuh. Senyawa aktif yang terkandung  secara alami dalam susu, antara lain immunoglobulin, peptida, lipida, oligosakarida, yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan. Selain itu, susu juga mengandung beberapa jenis mineral seperti kalsium, yang sangat diperlukan dalam pertumbuhan tulang serta berperan dalam mencegah osteoporosis.

Immunoglobulin yang banyak terdapat dalam kolostrum susu sapi berperan dalam membentuk sistem imun tubuh, sedangkan oligosakarida dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dengan berperan sebagai prebiotik untuk substrat makanan bagi bakteri baik dalam usus. Produk olahan susu, seperti susu fermentasi, juga mengandung substrat yang mengandung antibiotik alami  yang mampu menekan pertumbuhan bakteri jahat dalam tubuh. Laktoferin dalam susu dapat mematikan bakteri E. Coli penyebab diare dan kanker usus dengan mengikat zat besi yang diperlukan oleh bakteri tersebut. Protein dalam susu, kasein dan protein whey, berfungsi dalam menstimulasi pertumbuhan tulang dan gigi, menstimulasi terbentuknya energi dan menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh. Manfaat lain dari kasein susu bagi kesehatan tubuh adalah berperan sebagai antihipertensi, dan apabila dikonsumsi bersama-sama dengan buah dan sayuran dapat mencegah berbagai penyakit kardiovaskuler.

Begitu banyak manfaat dari komponen bioaktif yang terkandung dalam susu, maka tidak mengherankan bila susu banyak dijadikan pangan fungsional komersil dalam berbagai bentuk olahan, seperti yogurt, susu fermentasi, atau susu bubuk. Meskipun terdapat berbagai jenis produk olahan susu, disarankan untuk mengkonsumsi susu segar yang dipasteurisasi. Susu pasteurisasi merupakan produk susu yang murah dan mudah didapatkan, selain itu juga komponen bioaktif yang terkandung didalamnya belum banyak mengalami kerusakan. Susu yang dipasteurisasi mengalami pemanasan namun tidak sampai mendidih, sehingga perlu diingat bahwa susu pasteurisasi bukan susu steril sehingga harus segera diminum habis atau disimpan dalam suhu rendah lemari es untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri.

Susu Segar Pasteurisasi Fapet IPB

Peringatan Hari Susu Nusantara ditutup dengan acara minum susu bersama. Acara disponsori oleh Fakultas Perternakan IPB, dengan membagikan produk susu segar pasteurisasi secara gratis kepada para hadirin. Acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi susu segar di masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan kita juga membantu usaha para peternak susu nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s