Pernah

Pernah aku merasakan cinta, namun tak pernah sebesar ini.

Pernah aku merasakan rindu, namun tak sedalam ini.

Pernah aku menyayangi seseorang, namun tak seabadi ini.

Pernah aku melihat senyuman, namun tak seindah ini.

Pernah aku melihat sepasang bola mata yang memandangiku, namun tak pernah setulus dan secemerlang ini.

Pernah aku jatuh cinta, namun hanya satu yang akan tinggal untuk selamanya.

Semua pengalaman itu hanya akan terjadi sekali seumur hidupku dan itu saat aku bersamamu.

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya dicintai?

Pernahkah kamu merasakan indahnya disayangi?

Pernahkah kamu impikan kebahagiaan yang abadi bersama seorang kekasih?

Pernahkah kamu merasa begitu sesak menahan rindu dan cemburu?

Pernahkah kamu merasa dunia tidak begitu berarti bila hidup tanpa seseorang?

Pernahkah kamu merasakan kebahagiaan dan airmata berjalan berdampingan namun terasa begitu meneduhkan?

Aku pernah merasakannya dan pengalaman itu hanya terjadi saat aku bersamamu.

Pernah aku berpikir mengapa kamu harus cemburu pada dia yang pernah ada dalam hidupku, ya memang aku bilang dia sempat berhasil menghapusmu sejenak dalam hidupku, tapi apa kamu tahu mengapa dia berhasil? Semua itu terjadi karena dia mengingatkan aku hampir seutuhnya pada dirimu. Dia yang memelukku sehangat pelukanmu saat menenangkan kegelisahanku, dia yang menulis berbagai puisi indah seperti yang dulu kamu lakukan untuk merayuku, dia sesosok yang aku harap menjelma menjadi kamu karena keputusasaanku setelah kepergiaanmu, dia yang aku cintai seperti mencintai bayang-bayangmu. Apa kamu tahu dia sangat mirip kamu tapi itu bukan kamu oleh karena itu selalu ada kekosongan walau aku merasa bahagia saat bersamanya dulu? Apa kamu tahu aku mencintai dia karena aku lari dari kenyataan bahwa aku selalu mencintaimu bahkan saat kamu menyakitiku?

Ya, kamu harus tahu bahwa aku mencintaimu seumur hidupku. Kamu harus tahu bahwa kamu lelaki pertama yang menyentuhku hingga ke jiwa sejak pertama kali kita berjumpa.

Kamu harus tahu, aku memang pernah mencintai banyak lelaki dalam hidupku, tapi tidak seperti kamu. Kamu berbeda karena kamu satu-satunya hal terindah dalam hidupku.

Pernahkah kamu melihat sebuah batu permata yang indah akan banyak dijual tiruannya, meskipun serupa namun kilauan keindahannya tak kan pernah sama.

Seperti itu lah aku memandang dia dan kamu. Kamulah permata yang hilang dari hidupku, yang kuratapi siang dan malam selama bertahun-tahun, kemudian Tuhan mengirimkan penggantinya dalam bentuk imitasi untuk menghiburku selama masa penantian untuk menemukan permata hidupku kembali, Aku tersenyum dan memandang keindahan permata imitasi tersebut, terpukau, namun akhirnya aku menyadari kilaunya yang berbeda, Permata palsu bukanlah jawaban bagi kehilanganku. Dan Tuhan mengembalikanmu tepat disaat Tuhan harus menghancurkan permata palsu tersebut. Permata tiruan akan mudah didapatkan, namun permata sesungguhnya yang hanya disimpan dan dihargai untuk selamanya.

Pernahkah kamu merasa sangat bahagia dalam hidup? Aku pernah, dan itu hanya terjadi saat aku menemukanmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s