Egois

Pernah merasa egois?
Pastinya.
Itulah yang aku rasa saat ini.
Disaat aku memiliki hampir seutuhnya, dari dalam lubuk hati yang paling dalam aku ingin utuh memilikinya, tidak terbagi.
Tidak lagi pesimis, tapi tiap kali aku mendengar milikku bukan hanya milikku, separuh hatiku sakit menjerit. Apalagi kulihat tak kunjung juga dia dan kau akan saling lepas.
Saat aku utuh hanya mencintaimu dan utuh hanya termiliki olehmu,bolehkah aku menuntut hal yang sama? Rasanya sekarang ini atau 100 tahun lagi bila ini tetap berlanjut kau tidak akan memilih, atau melepas apapun.
Itu yang membuatku kecewa dan ragu. Namun,aku membujuk diriku untuk percaya takdir,jodoh,dan semua kata cintamu yang membangkitkan semua kehidupanku.
Tuhan bilang Ia menciptakan manusia berpasang-pasangan,sehingga tak perlu takut hidup sendiri, juga tak perlu takut karna sejak penciptaan pertama,pasangan itu hanya terdiri dari satu pria dan satu wanita selayaknya Adam dan Hawa. Karna Adam tidak kehilangan dua tulang rusuknya melainkan hanya satu,begitupun kamu. Haha,atau mungkin satu tulang rusuk dibelah jadi dua dan berada didua wanita berbeda? Jika demikian,hidup wanita tersebut akan selalu tidak lengkap.

Entahlah…
Aku berharap dan Tuhan yang memutuskan.
Melihatmu dari dekat,memeluk dan menciummu adalah suatu keajaiban yang telah lama aku tunggu dalam hidupku.

…supaya nanti kau sadar dan tahu tidak mudah bagiku mencintaimu tapi itu jalan pilihanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s