Zahirku

Cinta, apa itu cinta? Kadang aku berpikir apakah yang kurasakan padamu saat ini cinta, obsesi, atau perasaan takut kesepian bila harus melangkah mandiri tanpa sosok pedamping. Sejujurnya, aku tidak tahu.

Kamu seutuhnya menjungkirbalikan kehidupanku, yang sedianya telah normal dan berjalan dibawah otoritasku sendiri, menjadi tidak terkendali, gila, dan kini kusadari bukan lagi aku yang mengontrol hidupku, tapi kamu. Kamu, seperti banyak lelaki yang kukenal sebelumnya, sangat bangga akan kemampuan itu, sangat bangga pada penahlukan, dan aku terkadang haus untuk ditahlukan. Namun, yang kurasa saat ini berbeda, bukan keinginan dan hasrat untuk ditahlukan, sebagian diriku menyimpan jiwa pembangkangan yang luar biasa hebat tapi tidak terekspresikan, sehingga penahlukan ini terasa seperti penjajahan. Aku terjajah cinta, aku wanita mandiri yang kini dijajah dan dikendalikan olehmu. Setiap kali memikirkannya, jiwaku berontak, namun cintaku atau entah apa yang ada dalam perasaanku selalu lebih kuat dan menang berdebat dengan logika yang biasa aku gunakan. Ego yang selalu menguasaiku perlahan-lahan memudar, sirna, berganti keinginan mengorbankan seluruh hidupku, seluruh kepunyaanku untuk lelaki yang aku cintai itu. Dia, dia lelaki yang membagi cintanya pada dua wanita dan mindset dalam dirinya bahwa dia mampu mencintai lebih dari satu wanita sekaligus. Entah itu benar, atau tidak, hanya dia dan Tuhan yang tahu apakah yang ia rasakan itu cinta atau keserakahannya saja sebagai laki-laki normal.

 Dia memandang dirinya istimewa, berbeda dari pria kebanyakan, dia adalah pecinta wanita yang mampu merebut cinta, hati, jiwa, dan mengendalikan kehidupan wanita yang jatuh cinta padanya. Itulah dia.., Sekali lagi, dia adalah cinta dalam hidupku, kekasih abadiku, pengontrol kehidupanku.Dengan kesadaran penuh, ia katakan padaku, aku telah mencintainya hingga setengah waras. Mungkin aku akan lelah suatu hari nanti, menyerah pada cinta yang saat ini telah kugenggam, menyerah setelah bertahun-tahun berusaha menjaganya atau sekedar bersentuhan dengan cintanya. Seluruh alam pikiranku, setiap detik dan detailnya, selalu diisi oleh dirinya. Dia adalah zahirku, seseorang yang berhasil mengambil kontrol kehidupanku dan menanamkan bayang-bayangnya dalam benakku.

Aku dan wanita lain yang mencintainya adalah bagian dari bukti yang tak terelakan akan kemampuannya, pesona magisnya, dalam mengikat cinta dan jiwa. Aku mencintainya begitu hebat mungkin melebihi kecintaan pada kehidupanku. Waktu yang tidak juga menghapus dia dalam pikiranku, masalalu dan kesalahan yang tak kunjung berhasil membuatku benci padanya, cinta macam apa yang begitu mengikatku, cinta macam apa yang telah kupilih mengisi hidupku. Aku menangis mendapati diriku bukan lagi aku, aku meratapi kehidupanku yang tidak lagi dibawah kontrol kehidupan. Aku bukan wanita bebas, sekalipun aku bahagia memilikinya, aku tidak pernah berhenti cemas memikirkan mungkin ada saat dimana aku akan kehilangan cintanya, aku akan kehilangan dia selamanya karena dia telah dimiliki wanita lain.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s