Hipotalamus : Pusat Pengatur Kehidupan Vegetatif Manusia

Regulasi homeostatis energi dilakukan oleh otak melalui tiga aksi fisiologis, yaitu : pengendalian rasa lapar-kenyang, mempengaruhi laju pengeluaran energi, dan regulasi hormon yang terlibat dalam pengaturan peyimpanan energi. Salah satu aksi fisiologis dalam menjaga homeostatis energi adalah dengan pengendalian rasa lapar-kenyang, atau regulasi makan (food intake), yang dilakukan oleh bagian hipotalamus otak. Ada dua daerah di hipotalamus yang mengatur regulasi makan, yaitu nukleus lateralis hipotalami sebagai pusat rasa lapar, dan nukleus ventromedialis hipotalami sebagai pusat kenyang. Ketika terjadi lesi pada bagian nukleus lateralis hipotalami, yang mengatur rasa lapar, maka akan terjadi afagia dan adipsia, sebaliknya bila terjadi lesi pada bagian nukleus ventromedialis hipotalami yang bertanggung jawab dalam mengatur rasa kenyang, maka akan menimbulkan hiperfagia dan obesitas.

Ada dua teori tentang cara pengaturan rasa lapar kenyang, yaitu teori glukostatik dan lipostatik.

– Teori glukostatik

Teori ini menjelaskan tentang keadaan hiperglikemia yang dapat menjadi rangsangan kuat bagi pusat kenyang, nukleus ventromedialis hipotalami, untuk memberikan rasa kenyang, dan sebaliknya keadaan hipoglikemia yang merangsang pusat lapar, nukleus lateralis hipotalami, untuk memberikan rasa lapar.

-Teori lipostatik

Teori ini berpendapat bahwa jaringan adiposa akan mengirimkan sinyal humoral yang sebanding dengan jumlah lemak dalam tubuh, sehingga hipotalamus akan merespon dengan menurunkan regulasi intik makanan dan meningkatkan pengeluaran energi. Inti teori ini adalah penghambatan pada pusat lapar yang dipengaruhi oleh kadar lemak dalam tubuh, dan berkaitan erat dengan kerja hormon leptin. Pada kasus obesitas hipotalamik, mekanisme penghambatan pusat lapar tidak berjalan dengan baik sehingga terjadi regulasi intik makanan tanpa rasa kenyang.

Selain mengatur regulasi makan, hipotalamus juga berperan dalam pengaturan fungsi kehidupan vegetatif manusia, seperti regulasi minum dan regulasi suhu tubuh.

1. Regulasi Minum

Hipotalamus mengatur rasa haus dengan dua cara, yaitu mengontrol secara neuronal dan neurohormonal. Secara neuronal, rasa haus muncul karena adanya refleks yang diterima oleh inti retromedial sebagai akibat terjadinya kekeringan pada mukosa rongga mulut dan pengurangan kadar cairan dalam tubuh. Lalu, pengontrolan secara neurohormonal dibantu oleh kerja hormon antidiuretik (ADH) yang mengatur reabsorpsi air di tubulus distal dari nefron ginjal.

2. Regulasi Suhu Tubuh

Ada dua bagian hipotalamus yang berfungsi dalam regulasi suhu tubuh, yaitu hipotalamus anterior yang berperan dalam upaya pembuangan panas saat terjadi kepanasan, dan bagian posterior yang berperan dalam upaya penyimpanan panas saat terjadi kedinginan. Kerja hipotalamus anterior dalam membuang panas saat kondisi kepanasan antara lain dengan menurunkan denyut jantung, memperlancar penyaluran impuls dari jaras saraf atrioventrikular, mendorong gerakan peristaltik usus menjadi lebih aktif, serta menaikan tonus kandung kemih. Sebaliknya, saat terjadi kedinginan hipotalamus posterior akan mendorong upaya penyimpanan panas dalam tubuh lewat aksi vasokontriksi pembuluh darah dan peningkatan dennyut jantung sehingga tekanan darah naik, kemudian menghambat aktivitas peristaltik usus, penurunan tonus kandung kemih, dilatasi pupil, dan membuat kulit merinding (reaksi simpatik).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s