Pil Pencegah AIDS Ditemukan!

AIDS adalah salah satu penyakit menular, yang disebabkan oleh infeksi virus HIV, dan ditularkan melalui hubungan seksual, pemakaian narkoba, maupun dari ibu ke janin yang dikandungnya. Penderita AIDS umumnya dapat bertahan hingga beberapa tahun setelah didiagnosa terinfeksi penyakit tersebut, tergantung pada kekebalan tubuh pasien. AIDS tidak mudah ditangani dan akan menurunkan imunitas pasien, sehingga umumnya pasien AIDS akan meninggal karena infeksi atau penyakit lain yang menyerang tubuhnya bukan karena semata virus HIV itu sendiri.

Penyembuhan umumnya hampir tidak mungkin dilakukan pada penderita AIDS. Pasien AIDS biasanya baru menunjukan gejala atau terdeteksi memiliki virus HIV di tubuhnya setelah bertahun-tahun “menyimpan” virus tersebut dalam tubuhnya. Oleh karena itu, penderita yang didiagnosa terkena AIDS sudah dalam stadium lanjut. Selain itu, virus HIV mampu beradaptasi dengan cepat terhadap berbagai kondisi tidak menguntungkan selama berada dalam  tubuh manusia dan bereplikasi dengan cepat. Alhasil, berbagai macam langkah pengobatan cukup sulit untuk ditetapkan.

Sebuah terobosan baru dalam proses pengobatan dan pencegahan penularan virus HIV telah ditemukan di dunia medis. Pil pencegah infeksi HIV telah ditemukan. Seorang dokter, yang bekerja di San Francisco dan bertahun-tahun mengabdikan dirinya untuk melawan epidemi infeksi HIV, yaitu dr. Lisa Sterman telah memperkenal Truvada. Hasil penelitian menunjukan pil tersebut mampu mencegah infeksi HIV hingga 90% dengan konsumsi teratur dan 44% efektif mencegah infeksi HIV bila dikonsumsi secara terputus. Penelitian dilakukan di negara miskin, seperti Afrika, yang memiliki tingkat resiko terserang HIV tinggi.

Truvada dapat diresepkan oleh para dokter kepada pasien yang telah terinfeksi HIV dan dalam masa pengobatan, maupun kepada mereka yang sehat namun beresiko tinggi terkena HIV, baik dari pasangannya maupun gaya hidup yang dijalaninya. Ini merupakan langkah radikal dalam mencegah penyebaran HIV yang semakin meluas dan sangat diperlukan karena kampanye pencegahan HIV dengan penggunaan kondom atau berhenti melakukan seks bebas dirasa tidak lagi efektif. Hal ini terlihat dengan angka pertambahan pasien yang mengidap AIDS di Amerika Serikat saja mencapai 50.000 orang setiap tahunnya.

Sampai saat ini, FDA masih menggolongkan Truvada ke dalam obat-obatan “off label”. Para dokter dan advokat tengah mendesak FDA untuk melegalkan obat tersebut sehingga dapat didistribusikan secara meluas dan harganya bisa lebih terjangkau. Kelompok pendukung Truvada menyatakan bahwa mencegah seseorang terkena AIDS dirasa lebih “ekonomis” dibandingkan harus mengobati mereka sepanjang hidupnya. Lantas, akankah FDA menerima Truvada? Adakah dampak sosial yang akan berkembang dengan penyebaran Truvada secara meluas?

See also :

http://www.montereyherald.com/business/ci_20605820/panel-urges-fda-approve-hiv-prevention-pill

http://blogs.voanews.com/breaking-news/2012/05/11/experts-recommend-fda-approval-of-aids-prevention-drug-2/

http://www.ecanadanow.com/health/2012/05/14/new-hiv-prevention-pill/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s